Notes

This is a personal blog and everything written on this blog, is based on own and personal thought.The owner of this blog did not responsible for any comments that made in the comment sections. The owner is only responsible by his name as written by the sections.This web blog does not store any file on its server. All movies, software, form of files, pictures and any type of graphic forms that are posted on this blog are indexed from other sites and its just for personal purpose only.

Monday

Pesona Dunia

ZAID bin Arqam berkata, “Kami pernah bersama Abu Bakar ash-Shiddiq ra, kemudian ia meminta minuman, maka dibawakan kepadanya air dan madu. Ketika minuman itu didekatkan ke mulutnya, tiba-tiba ia menangis sehingga para sahabatpun ikut menangis. Para sahabat berhenti menangis tapi ia terus menangis. Abu Bakar ra tak henti menangis sehingga para sahabatnya menduga mereka takkan mampu menanyakan sebabnya. Hingga akhirnya Abu Bakar ra mengusap kedua matanya, dan segera para sahabat menanyakan padanya, “Wahai khalifah Rasulullah, apa gerangan yang menyebabkan engkau menangis?”

Abu Bakar ra lantas lantas menjawab, “(Aku teringat ketika) pernah aku bersama Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سل, kemudian aku melihat ia menolak sesuatu dari dirinya, padahal aku tidak melihat seorangpun bersama beliau. Maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah sesuatu yang baru saja engkau tolak dari dirimu?” Rasulullah menjawab,

“’Baru saja dunia menjelma dalam sesuatu bentuk dari dirinya. Maka aku berkata padanya, “Menjauhlah engkau!“, lalu dunia itu pergi, namun kembali beberapa saat kemudian dan berkata padaku, “Sesungguhnya engkau dapat menyelamatkan diri dariku (pesona dunia), tapi niscaya orang-orang sesudahmu tidak akan dapat menyelamatkan diri dariku (pesona dunia). (Diriwayatkan oleh al-Bazzar dan al-Hakim, dishahihkan sanadnya)

DUNIA YANG MENIPU DAN MELALAIKAN

Inilah pesona dunia, dimana banyak orang siap menghamba untuk mendapatkannya. Pesona pantai yang indah hingga gunung yang sejuk, pesona mobil yang nyaman hingga kapal pesiar yang mewah, pesona rumah yang besar hingga pusat-pusat hiburan keluarga yang bertebaran, pesona layanan kelas satu di restoran mewah hingga menikmati perjalanan kelas satu ke kota-kota indah di dunia ini, pesona memiliki banyak anak hingga pesona dihormati banyak orang, pesona memiliki uang banyak yang siap memiliki apapun yang kita ingini, pesona wanita cantik hingga pesona makanan dan minuman lezat, halal maupun haram, dan masih ada berjuta-juta jenis lagi berbagai pesona dunia lainnya yang siap menghibur para pecinta pesona dunia.


1. KEHIDUPAN DUNIA ADALAH KEHIDUPAN YANG RENDAH DAN SEMENTARA

Allah mengilustrasikannya seperti air hujan yang menyuburkan tumbuhan sampai jangka waktu tertentu dan akhirnya tumbuhan itu menjadi kering. Allah berfirman,

”Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai pula perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan ia laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada orang-orang yang berpikir” (QS 10: 24)


2. KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH PERMAINAN, MELALAIKAN DAN KESENANGAN YANG MENIPU

Firman Allah سبحانا وتعاﱃ ,

”Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS, Al-Hadid : 20)



Firman Allah سبحانا وتعاﱃ ,

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan صلیﷲ علیﻪ و سلah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”(QS, Ali Imran : 14)

Firman Allah سبحانا وتعاﱃ ,

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS, At-Takatsur: 1-5).

Firman Allah سبحانا وتعاﱃ ,

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah”. (QS, Fathir : 5)


3. KEHIDUPAN AKHIRAT ADALAH KEHIDUPAN YANG SESUNGGUHNYA, KEHIDUPAN YANG KEKAL


Firman Allah سبحانا وتعاﱃ ,

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”. (QS, Al-‘Ankabut: 64)


Firman Allah سبحانا وتعاﱃ ,

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri dan dia ingat akan Tuhannya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang yang ingkar) memilih dunia, padahal akhirat itu jauh lebih baik dan lebih kekal.” (QS, Al A’laa :14-17)


DUNIA YANG TIDAK ADA NILAINYA


Para pecinta dunia hanya berpikir bahwa adalah tak mungkin Tuhan menciptakan dunia yang sangat sempurna, luas dan lengkap ini kalau tidak untuk dinikmati. Bahkan mereka berpikir tak mungkin Tuhan akan menghancurkan dunia ciptaan-Nya sendiri yang demikian menakjubkan ini melalui suatu bencana kiamat. Pencinta dunia hanya takjub kepada dunia yang luar biasa ini dan tidak pada akhirat karena mereka tidak tahu gambaran mengenai akhirat.



Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سل telah menggambarkan betapa kecilnya nilai dunia ini dibanding akhirat dalam beberapa hadits seperti berikut :





1. Nilai dunia tidak ada artinya dibanding dengan nilai akhirat



“Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (Dari Al-Mustaurid ibn Syaddad r.a, Hadits Riwayat Muslim).



Inilah penggambaran luar biasa yang menunjukkan betapa tak ada nilainya dunia ini dibanding keluarbiasaan alam akhirat.





2. Nilai dunia lebih hina bagi Allah dibanding dari nilai bangkai seekor kambing cacat dalam pandangan manusia



Jabir bin Abdullah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سل berjalan melewati pasar sementara orang-orang berjalan di kanan kiri beliau. Beliau melewati seekor anak kambing yang telinganya kecil dan sudah menjadi bangkai. Beliau lalu mengangkatnya dan memegang telinganya, seraya bersabda, “Siapa diantara kalian yang mau membeli ini dengan satu dirham (saja)?”. Mereka menjawab, “Kami tidak mau membelinya dengan apapun. Apa yang kami bisa perbuat dengannya?” Kemudian beliau صلیﷲ علیﻪ و سل bertanya, “Apakah kamu suka ia menjadi milikmu?”. Mereka menjawab, “Demi Allah, seandainya ia hidup ia adalah aib (cacat), ia bertelinga kecil, apalagi setelah ia menjadi bangkai?”. Maka beliau صلیﷲ علیﻪ و سل bersabda, “Demi Allah, dunia ini lebih hina bagi Allah daripada bangkai ini dalam pandangan kalian.” (HR Muslim)



Ibarat anak kambing yang cacat dan telah jadi bangkai pula, maka tak seorangpun yang mau memilikinya bahkan memandangnya apalagi menyimpannya; demikianlah Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سل menggambarkan bagaimana Allah سبحانا وتعاﱃ menilai dunia ini yang diibaratkan lebih rendah dan hina dari bangkai kambing.


3. Dunia tidak ada nilainya di sisi Allah, bahkan seberat sayap nyamuk sekalipun


Sahal Ibn Sa’ad as-Sa’idi ra meriwayatkan bahwa Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سل pernah bersabda, “Seandainya dunia itu ada nilainya disisi Allah bahkan seberat sayap nyamuk sekalipun, tentu Dia tidak akan sudi memberi minum pada orang kafir meskipun seteguk air.” (HR Tirmidzi, shahih).



Hadits ini juga memberi makna bahwa rezeki dan kebahagiaan dunia juga diberikan Allah pada orang kafir maupun fasik, bahkan sering diberikan lebih banyak dibanding yang Ia berikan kepada orang-orang yang sholeh, ini karena nilai dunia yang sangat tidak ada artinya dibanding akhirat.


DUNIA ADALAH LADANG AKHIRAT


Setiap muslim harus mempertimbangkan kepentingan akhirat dalam setiap aktivitasnya. Allah berfirman,

”Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedangkan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka, apakah kamu tidak memahaminya? Maka, apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi, kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?” (QS 28: 60-61)



Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سل bersabda:

“Dunia ini adalah ladang untuk bercocok tanam (tempat melakukan amal ibadah dan amal kebajikan) yang hasilnya dipanen kelak di negeri akhirat.”

Jangan terlena dengan dunia ini, jangan buang-buang waktu, manfaatkan setiap detik hidup kita yang masih tersisa di dunia ini untuk:

1. Mendekatkan diri kepada Allah سبحانا وتعاﱃ (taqarrub) dengan memperbanyak dzikir dan amal ibadah lainnya.
2. Mengerjakan berbagai amal sholeh dan kebaikan walaupun sekedar memberikan sebutir kurma kepada orang lain
3. Membekali diri dengan takwa
4. Menggunakan kenikmatan yang diberikan Allah سبحانا وتعاﱃ (harta, waktu luang, kesehatan) untuk taat kepada-Nya.
5. Mensyukuri nikmat Allah سبحانا وتعاﱃ dengan menggunakan nikmat tersebut untuk semakin lebih taat kepada-Nya. Menggunakan nikmat harta, nikmat waktu, nikmat sehat untuk digunakan sebagai sarana dan fasilitas untuk beribadah lebih banyak lagi kepada-Nya.



Semoga kita tidak termasuk umat yang digambarkan Allah سبحانا وتعاﱃ seperti dalam firman-Nya,

“Hingga ketika datang kematian menjemput salah seorang dari mereka, ia pun berkata: ‘Wahai Rabbku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku biasa mengerjakan amal shalih yang dulunya aku tinggalkan’.” (Al-Mukminun: 99-100)



Atau firman Allah سبحانا وتعاﱃ ,

“Sebelum datang kematian menjemput salah seorang dari kalian, hingga ia berkata: ‘Wahai Rabbku, seandainya Engkau menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.’ Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktunya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Munafiqun: 10-11)





:::: 20 Muharram 1432 ::::



Disarikan dari Hakikat Dunia (Mahyudin Purwanto ), Hakikat Perilaku Zuhud (Muhammad Irfan Helmy), Kehidupan Dunia (Firdaus MA), Kitab Riyadhus Shalihin (Imam Nawawi), dll.

________________________

Dipetik Dan Disunting Dari:

http://ervakurniawan.wordpress.com/2010/03/19/dunia-yang-tidak-ada-nilainya/



Shared By Bicara Hidayah

Sunday

Kisah Abu Yazid Al-Bustami Dan Ahli Gereja

Abu Yazid Al Bustami seorang ahli Sufi yang dikejutkan oleh mimpinya supaya pergi ke gereja Samaan. Tiga kali mimpinya itu berulang. Lalu ia bersiap dengan pakaian dan cara yang diberitahu dalam mimpinya. Ia masuk ke gereja Samaan tanpa diketahui oleh Paderi-paderi yang hadir. Dia bersama-sama paderi lain menanti kedatangan ketua Paderi. Setelah ketua Paderi datang, ketua Paderi itu tidak dapat berucap. Dia tahu ada orang lain, orang Islam di dalam gereja itu. Katanya, ” ada orang yang percaya kepada Syariat Muhammad di dalam gereja ini.”

Semua paderi menjadi gempar dan mereka menghendaki orang itu di bunuh. Namun ketua paderi mencegahnya, sebaliknya ketua paderi meminta orang itu bangun supaya mereka dapat mengenalinya. Abu Yazid Al-Bustami pun bangun, tanpa rasa takut.

Menjawab 50 pertanyaan bertanya 1 pertanyaan.

Ketua paderi berkata, “wahai pengikut Muhammad, saya akan mengajukan pertanyaan kepada kamu. Jika kamu dapat menjawab semuanya dengan benar, maka saya akan mengikuti agama kamu. Namun jika kamu tidak dapat menjawabnya, maka kami akan membunuhmu.”

Jawab Abu Yazid, “baiklah! Tanyakan apa saja yang kamu ingin tanyakan.”


Berikut ini Pertanyaan Ketua Paderi. Dan Jawaban Abu Yazid Al-Bustami

Paderi : Beritahu kepadaku tentang Yang satu tidak ada duanya.
Abu yazid : Kewujudan Allah Maha Esa. Dia Tuhan yang tunggal tiada sekutu baginya.

Paderi : Tentang yang dua tiada tiganya.
Abu Yazid : Malam dan siang. Apabila pergi malam datanglah siang dan apabila pergi siang datanglah malam.

Paderi : tentang Yang tiga tiada empatnya.
Abu Yazid : Kursi, Kalam dan Arash Allah Hu subhanahu Wataala.

Paderi : Yang empat tiada limanya.
Abu Yazid : Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.

Paderi : Yang lima tiada enamnya.
Abu Yazid : solat lima waktu: Zohor, Asar, Maghrib, Ishak dan Subuh.

Paderi : Yang enam tiada tujuhnya.
Abu Yazid : Hari-hari Allah telah menciptakan langit dan bumi. Ini semua tersebut didalam Kitab-kitab suci juga.

Paderi : Yang tujuh tiada delapannya.
Abu Yazid : Tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi yang disebut di dalam Kitab Suci juga.

Paderi :Yang delapan tiada sembilannya.
Abu Yazid : Bilangan Malaikat yang memikul Arash Allah Taala yang disebutkan di dalam Kitab Suci (artinya): dan akan memikul Arash Tuhan kamu pada hari (Kiamat) itu adalah delapan Malaikat.

Paderi : Yang sembilan tiada sepuluh.
Abu Yazid : Bilangan kaum daripada golongan manusia yang menjadikan kerusakan bumi Allah,
sebagaimana yang tersebut di dalam Kitab Suci (artinya): di dalam kota itu dahulu terdapat sembilan kumpulan yang menjadi perusak bumi, mereka tidak pernah melakukan yang baik.

Paderi : Sepuluh tiada sebelas
Abu Yazid : Kewajiban puasa sepuluh hari ke atas orang yang berihram haji sebagaimana firman Allah Taala (artinya): Maka hendaklah ia (orang yang berihram haji) berpuasa tiga hari semasa haji dan tujuh hari setelah kembali ke negerinya. Itulah dia sepuluh yang sempurna.

Paderi : Yang sebelas tiada dua belas
Abu Yazid : Saudara-saudara Nabi Yusuf Alaihissalam.

Paderi :Yang dua belas tiada tiga belas
Abu yazid : Bilangan bulan dalam setahun.

Paderi : Yang tiga belas tiada empat belas
Abu yazid : Mimpi Nabi Yusuf Alaihissalam yang tersebut di dalam Kitab Suci: Sesungguhnya Aku melihat sebelas bintang, matahari dan bulan. Jumlahnya tiga belas.

Paderi : Yang empat belas.
Abu Yazid : Tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi yang sesuai dengan firman Allah Taala (artinya): Maka Allah berfirman kepadanya yaitu kepada tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi, datanglah kepada aku secara patuh terhadap perintahku ataupun secara terpaksa. Maka berkata kedua-dua langit dan bumi, “kami akan datang kepadamu secara patuh dan taat.”

Paderi : Orang yang berdusta, kemudian dapat masuk Syurga.
Abu Yazid : Mereka ialah saudara-saudara Nabi Yusuf Alaihissalam. Mereka memberitahu ayah mereka Nabi Yaakob Alaihissalam bahwa Yusuf telah di makan serigala. Mereka membawa pakaiannya yang dilumur dengan darah kambing. Perkara yang mereka lakukan itu adalah suatu dusta.

Paderi : Orang yang benar, tetapi mereka dimasukkan ke dalam neraka.
Abu Yazid : Mereka ialah kaum Yahudi dan Nasrani, sesuai dengan firman Allah Ta’ala (artinya) : telah berkata, Kaum Yahudi, kaum Nasrani itu tidak benar dan berkata kaum Nasrani pula kaum Yahudi itu tidak benar. Kedua-dua kaum itu berkata benar pada tuduhan mereka antara satu dengan lain, namun mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran yang ada di hadapan mereka yaitu mempercayai agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam sebagai penyempurna agama yang sebelumnya. Lantaran itu mereka menduduki neraka.

Paderi : Tempat roh dalam badan manusia.
Abu Yazid : Roh berada di dalam tubuh badan manusia yang hanya diketahui hakikatnya oleh Allah Taala kerana roh adalah merupakan urusan Allah Taala jua, berdasarkan firmannya (artinya): katakan roh itu dari perkara urusan Tuhanku.

Paderi : Maksud Al Zariyati Zarwa.
Abu Yazid : Nama empat macam angin.

Paderi : Al Hamilati Wakra.
Abu Yazid : Awan gemawan di dada langit.

Paderi : Al Jariyati Yusra.
Abu Yazid : Perahu-perahu yang belayar di laut.

Paderi : Al Mukassimati Amra.
Abu Yazid : Malaikat-malaikat yang bertugas membagi-bagikan rezeki kepada manusia pada malam Nisfu Syaaban.

Paderi : Kubur yang berjalan dengan penghuninya.
Abu Yazid : Ikan besar yang menelan Nabi Yunus Alaihissalam. Nabi Yunus Alaihissalam di bawa oleh ikan ke mana-mana sahaja yang akhirnya dimuntahkan di pantai dengan izin Allah Taala.

Paderi : Yang bernafas, tetapi tidak mempunyai roh.
Abu Yazid : Waktu subuh seperti firman Allah Taala (artinya): demi subuh apabila ia terlepas.

Paderi : Air yang tidak turun dari langit dan tidak keluar dari bumi.
Abu Yazid : Air yang dikirim oleh ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman Alaihissalam di dalam botol yaitu air peluh kuda.

Paderi : Empat yang bukan daripada golongan manusia, Malaikat dan bukan
daripada punggung lelaki dan daripada perempuan.
Abu Yazid : Kibas yang di bawa Jibril Alaihissalam sebagai korban ganti Nabi Ismail Alaihissalam, unta Nabi Salleh Alaihissalam yang disembelih kaumnya, untuk Nabi Adam dan Siti Hawa Alaihissalam.

Paderi : Satu ciptaan Allah, lalu diingkarinya sebagai satu yang buruk.
Abu Yazid : Suara keledai yang tidak sedap didengar, sesuai dengan firman Allah Taala (artinya): sesungguhnya suara yang paling buruk ialah suara keledai

Paderi : Darah yang mula-mula mengalir ke bumi.
Abu Yazid : Darah Habil yang dibunuh oleh saudaranya Kabil.Paderi : Sesuatu ciptaan Allah, lalu diangkat sesuatu yang berat. Muslihat kaum wanita, seperti Firman Allah Taala (artinya): sesungguhnya tipu muslihat wanita adalah suatu tipu muslihat besar atau berat.

Paderi : Pada mulanya sebatang kayu kemudian menjadi roh.
Abu Yazid : Tongkat Nabi Musa Alaihissalam

Paderi : Wanita yang paling utama.
Abu Yazid : Hawa, ibu sekalian manusia, kemudian Khatijah dan Aisyah, Asiah (isteri Firaun) dan Maryam Binti Imran.

Paderi : Gunung yang paling utama.
Abu Yazid : Gunung Tursina

Paderi : Binatang yang paling utama.
Abu Yazid : Kuda.

Paderi : Bulan yang paling utama.
Abu Yazid : Bulan Ramadhan.

Paderi : Malam yang paling utama.
Abu Yazid : Lailatul Qadar.

Paderi : Tentang Atta’mah.
Abu Yazid : Hari Kiamat.

Paderi : Pohon yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting ada 30 daun, setiap daun ada lima kembang, dua bunga di matahari dan tiga bunga di tepi kegelapan.
Abu Yazid : Pohon itu “tahun” yang padanya ada 12 bulan, satu bulan ada 30 hari. Lima itu ialah lima waktu solat.

Paderi : Satu benda yang pergi haji dan tawaf di Baitullah, tetapi tidak mempunyai roh dan tidak wajib haji. Abu Yazid : Bahtera Nabi Noh Alaihissalam.

Paderi : Empat jenis air yang lain rupanya dan rasanya, tetapi sumbernya satu.
Abu Yazid : Air mata, air telinga, air hidung dan air mulut. Air mata masin, air telinga pahit, air hidung masin dan air mulut tawar.

Paderi : Nakir, fatil dan kitmir.
Abu Yazid : Nakir ialah titik yang terdapat pada kulit luar benih, fatil ialah titik yang terdapat di dalam benih dan kitmir ialah kulit yang membaluti benih.

Paderi : Sabid dan Labad.
Abu Yazid : Bulu kambing biri-biri dan kambing kasi.

Paderi : Sam dan Ram.
Abu Yazid : Makhluk yang telah ada sebelum wujud Nabi Adam Alaihissalam.

Paderi : Maksud keledai Makwak.
Abu Yazid : Keledai Makwak tanda ia melihat syaitan, lalu ia berkata: Allah melaknatnya.

Paderi : Maksud anjing menyalak.
Abu Yazid : Anjing menyalak bermaksud: Awas! Celaka bagi penghuni-penghuni neraka dari kemurkaan Allah yang maha berkuasa.

Paderi : Maksud jeritan kuda.
Abu Yazid : Kuda menjerit bermaksud: Maha suci Allah yang memeliharaku ketika tentara berpadu menyerang musuh dengan penuh semangat.

Paderi : Maksud jeritan unta.
Abu Yazid : Unta menjerit membawa maksud: Hasbiyallahu Wakafa Billahi Wakila (artinya): Memadailah Allah bagiku dan cukuplah Dia tempat aku menyerahkan diriku.

Paderi : Maksud nyanyian burung Bulbul.
Abu Yazid : Nyanyian Bulbul bermaksud: Maha suci Allah pada waktu pagi dan pada waktu petang.

Paderi : Maksud bunyi katak.
Abu Yazid : Bunyi katak bermaksud: Maha suci Tuhan yang di sembah di mana-mana sahaja ada makhluknya dan di tempat-tempat yang tiada penghuninya.

Paderi : Maksud kata-kata burung Nakus.
Abu Yazid : Maksud kata-katanya: Maha suci Allah sungguh-sungguh! Wahai anak Adam! Lihatlah di barat dan di timur di dunia itu, adakah makhluk yang menongkat langit?

Paderi : Makhluk Allah yang mendapat wahyu daripadanya, namun ia bukan dari kumpulan jin, manusia dan Malaikat.
Abu Yazid : Makhluk itu adalah lebah seperti Firman Allah Taala (artinya): dan Tuhan kamu telah mewahyukan kepada lebah.

Paderi : Di mana malam ketika siang dan di mana siang ketika malam.
Abu Yazid : Kedua-duanya berada di dalam ilmu Allah Taala yang amat sulit.


Kata Abu Yazid, “saya sudah jawab semua pertanyaan tuan. Sekarang apakah ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang lain?”
Semua pendeta menjawab, “tidak ada lagi,”

Kemudian Abu Yazid mengemukakan pertanyaan kepada mereka. “beritahu saya
kunci Syurga dan Neraka langit.”

Tidak seorang pun yang dapat menjawabnya dan mereka mengaku
bahwa memang mereka tidak tahu jawabannya. Baru satu pertanyaan sudah tidak
dapat dijawab sedangkan Abu Yazid telah menjawab berpuluh pertanyaan. Mereka
meminta ketua paderi menjawab, namun ia membisu.

Katanya, “bukan saya tidak mau menjawab, tetapi saya takut kamu semua
tidak sependapat.”

Mereka heran mendengar kata-kata ketua paderi itu. Akhirnya mereka mendesak juga dan bersedia untuk menyetujui serta menerima kata-kata ketua mereka.

Kemudian ketua Paderi menjawab “Bahwa kunci Syurga dan Kunci langit itu tidak lain ialah “LAILA HAILLALLAH HU MUHAMMAD DARASULULLAH.” Tegas ketua paderi.
Mereka semua tersentak, terdiam. Lalu Abu Yazid berkata, “memang benar kata ketua kamu ini.” Abu Yazid menuntut janji kepada ketua paderi dan persetujuan pengikut-pengikutnya.

“Sahabat-sahabat sekalian percayalah bahwa apa yang saya ceritakan ini adalah benar. Saya tidak dipaksa oleh siapapun dalam mengucapnya. Memang sudah lama saya fikirkan hendak menyampaikan masalah ini kepada sahabat-sahabat semua, tetapi saya bimbang sahabat-sahabat tidak akan percaya kepada saya lagi. Saya hanya menunggu waktu.”kata ketua paderi..

“Dari mana tuan mengetahui perkara ini?” Tanya salah seorang paderi.

“Dari ketua sebelum saya.” Jelas ketua paderi.

“Sebelum ketua itu meninggal dunia dia telah bersumpah bahwa perkara yang dikatakan itu adalah benar.” Sambung ketua paderi itu.

“Kalau begitu, apa lagi yang kita tunggu!” Ketua paderi dan pengikut-pengikutnya semuanya memeluk Islam disebabkan oleh Abu Yazid. Ilmu ketua paderi telah menyelamatkan daripada kesesatan dan ilmu kedua-duanya telah menutup tabir kejahilan dan menyingkap tabir kebenaran dan Islam! Abu yazid telah menyelamatkan 5000 golongan kristian di gereja samaan itu.. Allahuakbar..